Pengadilan Tinggi Agama Palu Gelar Pembinaan dan Pengawasan di Pengadilan Agama Buol: Tekankan Integritas, Adaptasi Aturan Baru, dan Tata Kelola Menyeluruh

BUOL – Pengadilan Agama (PA) Buol menerima kunjungan Tim Pembinaan dan Pengawasan Daerah (Hatiwasda) Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palu pada Selasa (29/09). Agenda pembinaan resmi telah rampung dilaksanakan pada hari ini, sementara proses pengawasan dan pemeriksaan reguler masih terus berlangsung.
Kegiatan pembinaan yang berlangsung khidmat di ruang sidang utama ini menghadirkan pimpinan PTA Palu sebagai narasumber utama, yakni Wakil Ketua PTA Palu, Drs. H. Syu'aib, M.H., didampingi Sekretaris PTA Palu, Sutarno, S.H., M.H., serta disambut langsung oleh pimpinan dan seluruh aparatur PA Buol.
Dalam arahannya, Wakil Ketua PTA Palu, Drs. H. Syu'aib, M.H., menegaskan bahwa kehadiran tim Hatiwasda bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi mendalam terhadap berbagai kendala maupun permasalahan yang dihadapi satuan kerja di bawah wilayah hukum PTA Palu. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap pembaruan regulasi agar kinerja peradilan senantiasa relevan dan akuntabel.

"Kita harus memastikan setiap pelaksanaan tugas berlandaskan pembaruan peraturan terkini, bukan berpatokan pada kebiasaan lama'. Gunakan waktu secara bijaksana untuk hal-hal yang positif dan produktif," tegas Drs. H. Syu'aib, M.H.
Lebih lanjut, beliau berpesan agar seluruh aparatur terus memperkuat karakter moral dan kinerja, mengasah kompetensi abad ke-21 (kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif), serta menghidupkan budaya literasi, tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris PTA Palu, Sutarno, S.H., M.H., memberikan arahan strategis terkait penguatan tata kelola dan manajemen peradilan. Beliau menggarisbawahi bahwa seluruh aspek manajemen peradilan harus berjalan dengan seksama, teratur, dan terintegrasi. Hal ini mencakup fungsi pengawasan, administrasi perkara, pengelolaan aset (BMN), tata kelola keuangan, kesiapan teknologi informasi, pembinaan sumber daya manusia (SDM), hingga keamanan lingkungan kantor.
Sutarno juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap prinsip cascading (penyelarasan target kinerja dari pimpinan hingga ke level staf) serta cross-cutting (kolaborasi lintas fungsi/bidang) demi memastikan seluruh program kerja selaras dan tepat sasaran.

Alhamdulillah Pembinaan selesai berjalan dengan lancar dan ditutup dengan foto bersama. (ahp)